YOGYAKARTA – Tidak hanya berkutat dengan desain digital di layar komputer, siswa kompetensi keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Adi Luhur Jakarta diajak turun langsung mengenal proses produksi cetak. Dalam rangkaian Kunjungan Industri pada Kamis, 20 November 2025, para siswa mengunjungi sentra produksi kaos terkemuka, Omah Oblong Yogyakarta.

Kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan teknik cetak saring (screen printing) atau sablon manual yang masih menjadi primadona di industri clothing dan merchandise, meskipun teknologi digital printing telah berkembang pesat.

Mendalami Proses Produksi

Setibanya di lokasi, para siswa diajak berkeliling melihat alur produksi kaos di pabrik Omah Oblong. Mereka mendapatkan pemaparan materi mengenai pemilihan jenis bahan kain yang baik, pengenalan berbagai jenis tinta sablon, hingga proses afdruk film (memindahkan desain ke screen). Siswa DKV tampak antusias mencatat detail teknis yang selama ini hanya mereka pelajari secara teori di kelas.

Workshop: Satu Siswa Satu Kaos

Puncak kegiatan ini adalah sesi workshop praktik. Berbeda dengan kunjungan biasa yang hanya melihat, di Omah Oblong setiap siswa diberikan kesempatan emas untuk melakukan penyablonan sendiri.

Dengan dipandu oleh instruktur profesional, para siswa belajar memegang rakel (alat sapu sablon) dengan kemiringan dan tekanan yang tepat. Mereka merasakan langsung sensasi menggesut tinta di atas screen hingga desain tercetak sempurna di atas kain. Pengalaman taktil (sentuhan langsung) ini sangat penting bagi siswa DKV untuk memahami bagaimana sebuah desain visual diaplikasikan menjadi produk nyata.

Kegiatan ditutup dengan melihat hasil karya mereka sendiri. Diharapkan dengan adanya workshop ini, siswa DKV tidak hanya mahir mendesain, tetapi juga memahami proses produksi yang dapat menjadi bekal wirausaha di masa depan.