Materi DKV

Teori Warna 101: RGB vs CMYK

Memahami perbedaan fundamental antara warna untuk layar dan warna untuk cetak.

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan desainer pemula adalah tidak memahami perbedaan antara model warna RGB dan CMYK. Memilih model warna yang salah dapat mengakibatkan hasil cetak yang kusam, pudar, atau warnanya meleset jauh dari apa yang terlihat di layar monitor.

Memahami kedua model ini adalah fondasi dasar dari Desain Komunikasi Visual.

Model Warna Additive (RGB) - Untuk Layar

RGB adalah singkatan dari Red (Merah), Green (Hijau), Blue (Biru). Ini adalah model warna yang berbasis cahaya (*additive* atau 'penambahan').

  • Cara Kerja: Dimulai dari layar hitam (gelap). Warna diciptakan dengan *menambahkan* cahaya merah, hijau, dan biru dalam intensitas berbeda.
  • Campuran Penuh: Jika Red (255), Green (255), dan Blue (255) dicampur dalam intensitas penuh, hasilnya adalah warna Putih.
  • Kapan Digunakan: Semua desain yang akan ditampilkan di layar digital. Contoh: Desain Website, Postingan Media Sosial (Instagram/TikTok), UI/UX Aplikasi, Presentasi PowerPoint, Video.
Diagram Warna RGB

Model Warna Subtractive (CMYK) - Untuk Cetak

CMYK adalah singkatan dari Cyan, Magenta, Yellow (Kuning), Key (Hitam). Ini adalah model warna yang berbasis tinta/pigmen (*subtractive* atau 'pengurangan').

  • Cara Kerja: Dimulai dari media putih (kertas). Warna diciptakan dengan *mengurangi* cahaya yang dipantulkan, menggunakan lapisan tinta Cyan, Magenta, dan Yellow.
  • Campuran Penuh: Secara teori, campuran C+M+Y menghasilkan hitam. Dalam praktiknya, hasilnya adalah cokelat keruh. Oleh karena itu, ditambahkan K (Key/Hitam) untuk menghasilkan warna hitam pekat yang sebenarnya.
  • Kapan Digunakan: Semua desain yang akan dicetak di media fisik. Contoh: Poster, Brosur, Spanduk (Banner), Kartu Nama, Desain Kemasan, Majalah.
Kesalahan fatal: Mendesain logo untuk spanduk menggunakan mode RGB. Warna hijau neon atau biru elektrik yang Anda lihat di layar akan mati total dan terlihat kusam saat dicetak dengan tinta CMYK. Selalu setel mode warna dokumen Anda (di Photoshop/Illustrator) ke CMYK sejak awal jika tujuannya untuk cetak.

Uji Pemahaman: Teori Warna

A. Contoh Soal dan Jawaban

Klik soal di bawah ini untuk melihat jawabannya.

Jawaban: Mode RGB (Red, Green, Blue).
Alasan: *Feed* Instagram akan ditampilkan di layar digital (HP, monitor laptop). RGB adalah model warna berbasis cahaya yang digunakan oleh semua layar.

Jawaban: Tidak. Secara praktis, campuran C+M+Y hanya menghasilkan warna cokelat keruh (disebut *composite black*).
Alasan: Tinta K (Key/Hitam) ditambahkan karena 1) lebih murah daripada mencampur tiga tinta, 2) menghasilkan warna hitam yang pekat dan tajam (terutama untuk teks), dan 3) mengering lebih cepat.

B. Soal Latihan Mandiri

Coba jawab pertanyaan berikut untuk menguji pengetahuan Anda:

  1. Apa kepanjangan dari RGB dan CMYK?
  2. Jelaskan perbedaan antara model warna *Additive* (Penambahan) dan *Subtractive* (Pengurangan)!
  3. Anda mendesain poster di mode RGB dengan warna biru neon (biru sangat terang). Apa yang akan terjadi jika file tersebut langsung dicetak ke mesin cetak CMYK?