Materi Perhotelan

SOP Laundry Hotel: Linen, Mesin, & Bahan Kimia

Panduan lengkap operasional Laundry, dari alur kerja hingga 5 bahan kimia pencuci.

Departemen *Laundry* adalah "dapur" dari *Housekeeping*. Bagian ini bertanggung jawab untuk mencuci, mengeringkan, dan menyetrika ribuan potong linen (kain) hotel setiap hari, serta melayani cucian tamu (*guest laundry*).

Pekerjaan di *laundry* sangat teknis. Petugas harus memahami perbedaan linen, cara kerja mesin industri, dan—yang paling penting—fungsi dari berbagai bahan kimia (*chemicals*) pencuci.

Alur Kerja (SOP) 6 Langkah di Laundry

  1. Collecting: *Room Attendant* mengumpulkan linen kotor dari kamar dan mengirimkannya ke *laundry* melalui *linen chute* (corong linen).
  2. Sorting & Spotting: Ini langkah krusial. Linen dipisahkan berdasarkan jenis (cth: handuk, sprei) dan tingkat noda. Noda berat (darah, saus) harus ditangani khusus (*spotting*) terlebih dahulu.
  3. Washing: Proses pencucian di mesin *washer-extractor* menggunakan program dan *chemicals* yang tepat.
  4. Drying: Proses pengeringan di mesin *Tumbler Dryer* (untuk handuk) atau diperas (*extractor*).
  5. Pressing/Folding: Proses setrika dan lipat. Handuk dilipat manual. Sprei dan taplak meja (*F&B linen*) dirapikan menggunakan mesin *Flatwork Ironer* (setrika gulung raksasa).
  6. Storing: Linen bersih yang sudah dilipat disimpan di *Linen Room* dan siap didistribusikan kembali ke kamar.
Mesin Laundry Hotel

Klasifikasi 5 Bahan Kimia (Chemicals) Utama

Mencuci di hotel tidak cukup dengan deterjen. Ada 5 kimia utama yang digunakan dalam proses pencucian:

  • 1. Emulsifier (Alkali): Digunakan pada tahap *pre-wash*. Fungsinya untuk membuka pori-pori kain dan mengangkat noda berat seperti **minyak dan lemak** (sangat penting untuk *F&B linen*).
  • 2. Detergent (Deterjen): Sabun utama. Fungsinya mengangkat kotoran umum dan debu dari serat kain.
  • 3. Bleach (Pemutih): Digunakan HANYA untuk linen putih. Ada 2 jenis: *Chlorine Bleach* (keras, untuk noda bandel) dan *Oxygen Bleach* (lebih aman, untuk mencerahkan).
  • 4. Sour (Penetral): Ini sangat penting. Digunakan pada tahap bilas terakhir. Fungsinya untuk **menetralkan sisa deterjen/alkali** agar pH linen kembali normal. Jika tidak pakai *sour*, linen akan terasa gatal, kaku, dan cepat kuning.
  • 5. Softener (Pelembut): Digunakan untuk membuat linen (terutama handuk) menjadi lembut, harum, dan tidak kaku.
Studi Kasus: Masalah Umum & Penanganan

Masalah: Tamu komplain handuknya (Towel) terasa kaku dan gatal di kulit.

Solusi (Penanganan):
Kesalahan ini 99% terjadi saat proses pencucian di *laundry*.
Analisis Kemungkinan:
1. **Kesalahan *Sour* (Paling Umum):** Dosis *Sour* (penetral) kurang, sehingga sisa deterjen (alkali) masih menempel di serat kain, membuatnya gatal dan kaku.
2. **Kesalahan *Softener*:** Lupa menggunakan *softener*.
3. **Kesalahan *Drying*:** *Over-drying* (terlalu kering) di mesin *Tumbler Dryer* juga bisa membuat handuk kaku.
Tindakan: Tarik handuk tersebut. Lakukan proses *re-wash* (cuci ulang) dengan fokus pada siklus bilas dan pastikan dosis *Sour* serta *Softener* sudah tepat.


Uji Pemahaman: Laundry

A. Studi Kasus dan Jawaban

Klik soal di bawah ini untuk melihat jawabannya.

Jawaban: Emulsifier (Alkali).
Alasan: Emulsifier secara khusus diformulasikan untuk memecah dan mengangkat noda minyak dan lemak, yang sangat umum di F&B Linen.

Jawaban: Flatwork Ironer (atau Roller Ironer).

B. Soal Latihan Mandiri

Coba jawab pertanyaan berikut untuk menguji pengetahuan Anda:

  1. Sebutkan 5 dari 6 langkah alur kerja di *laundry*!
  2. Apa fungsi dari *Sour* (Penetral) dan mengapa ini sangat penting?
  3. Apa perbedaan antara *Washer-Extractor* dan *Tumbler Dryer*?